Gezicht op Passeerende Kolentrein In De Anaikloof

Gezicht Op Passerende Kolentrein In De Anai Kloof. Sumatra. 1912-1915, up.jpg

Gezicht op Passeerende Kolentrein In De Anaikloof. Circa 1910 Sumatra.

Di dalam foto terlihat kereta api milik SSS (Staatsspoorwegen ter Sumatra’s Westkust) yang membawa rangkaian gerbong pengangkut batu bara (kemungkinan kosong) menuju ke Sawahlunto. Formasi lokomotif dalam foto ini biasanya terdiri dari 2 sampai 3 lokomotif yang posisinya meneyebar pada bagian tengah dan belakang rangkaian. Posisi jalur yang menanjak dan beban muatan yang berat menjadi kesulitan tersendiri bagi lokomotif biasa (non bergigi) untuk melewati jalur ini.  Menurut analisa lokomotif dalam foto adalah lokomotif bergigi model SSS 31 dengan susunan roda 0-4-2RT yang dibuat oleh Esslingen Jerman tahun 1889.

Foto scan & Artikel: dari buletin Hinda Belanda.
Koleksi Pustaka & Arsip KA Depo Medarrie.

Iklan

The Railways Of Java Railway – 1917 (The Railway Magazine)

The Railways Of Java Railway - 1917 Article 2 copy

Java State Railway, (SS) 4-6-2 Steam Locomotive – SS 701 (C5001) in Yogyakarta Locomotive Depot. Built by Winterthur 1910.

Perusahaan Negara Kereta Api Jawa (SS) Lokomotif uap SS 701 (C5001) 4-6-2 dibuat oleh Winterthur – Swiss 1910 di Depo Lokomotif Yogyakarta.

———————————————

The Railways Of Java Railway - 1917 Article 1 copy

Java State Railway (SS), 2-6-6-0T, Steam Locomotive – SS 558 – (CC10 31) in Tjibatoe, Build by Werkspoor Amsterdam – sn 257 – 1910.

Perusahaan Negara Kereta Api Jawa (SS) Lokomotif uap SS SS 558 – (CC10 31) 2-6-6-0T dibuat oleh Werkspoor Amsterdam – 1910 di Tjibatoe.
(di foto terdapat kesalahan penulisan tahun 1911 harusnya 1910)

Foto scan & Artikel: dari The Railways Of Java Railway – 1917
Koleksi Pustaka & Arsip KA Depo Medarrie.

Djalan Kereta Api Dan Temboesan Di Belahan Anai

Djalan Kereta Api Dan Temboesan Di Belahan Anai

SC_0042 copyPada Tahoen 1833 diboeat soeatoe djalan melaloei belahan ini; tahoen 1891 djalan kereta api melaloei belahan Anai dipergunakan orang.
Djalan ini beserta djalan roda bergigi, djembatan-djembatan, temboesan dan pendakian itoe sekalinja menjatakan kemenangan akal manoesia dengan alam.

Foto scan & Artikel: dari buletin Hinda Belanda.
Koleksi Pustaka & Arsip KA Depo Medarrie.

Djembatan Kereta Api Jang Berkelok Ditanah Priangan

Jembatan Kereta Api Yang Berkelok Ditanah Priangan

Kereta api ditanah Jawa dan pada beberapa bagian pulau sumatra yang kerap isi orangnya, sama halnya dengan kapal api untuk pulau yang lain-lain di Hindia ini. Ya ini perlu akan memajukan keramaian dan kesenangan negeri. Lihatlah pada gambar ini betapa sukarnya dan besarnya belanjanya membuat jalan kereta api ditanah yang bergunung-gunung.

SC_0034 copy

 

Foto scan & Artikel: dari buletin Hinda Belanda.
Koleksi Pustaka & Arsip KA Depo Medarrie.

Jalan Kereta Api Memakai Roda Bergerigi Diantara Magelang-Willem 1 (Ambarawa)

Jalan Kereta Api Memakai Roda Bergerigi Diantara Magelang-Willem 1 (Ambarawa)
Kalau jalan kereta api sangat menanjak (setiap 1000m naik 30m) maka diantara relnya biberikan pula tangga besi, sedang lokomotifnya diberi roda bergerigi, akan pegangan supaya kereta api tidak meluncur.
Di Sumatra-Barat jalan kereta api ada juga beberapa bagiannya yang bergerigi.

SC_0038 copy

Foto scan & Artikel: dari buletin Hinda Belanda.
Koleksi Pustaka & Arsip KA Depo Medarrie.

Bangsal Pertukangan Untuk Kereta Api Di Madiun.

Bangsal Pertukangan Untuk Kereta Api Di Madiun.

Untuk kereta api Goebememen (Pemerintah) didirikan bangsal pertukangan di Madiun, Bandung, Manggarai (Mr. Cornelis) dan Surabaya Gubeng. Jumlah tukang-tukang yang bekerja disitu kira-kira 6000 Orang. Lain itu, ada pola pertukangan kereta api partikulir di Jogja (NISM) dan Tegal (SCS)

SC_0046 copy.jpg

Foto scan & Artikel: dari buletin Hinda Belanda.
Koleksi Pustaka & Arsip KA Depo Medarrie.

Membawa Tebu Dengan Kereta Api Kecil

Membawa Tebu Dengan Kereta Api Kecil.

Sekarang kebanyakan pabrik membawa tebu itu dengan kereta api kecil,
berjalan diatas rel. Rel itu mudah dibongkar, diletakan pada jalan yang lain.
Tiap-tiap tahun rakyat hanya boleh menyewakan 1/4 bagianya saja dari sawahnya,
sebab itu sebuah pabrik harus mempunyai tanah 4 kali seluas kebun tebu.
Kebun tebu seluruh tanah Jawa ada hampir 200.000 ha.
Hanya sedikit saja kebun tebu yang ditanah disawah, atau ditanah yang bukan sewaan (erfpacht)
Rel jalan kereta tebu dalam 4 buah pabrik di Jember dan Lumajang jumlahnya sejauh Betawi (Jakarta) ke Surabaya.

01

Foto scan & Artikel: dari buletin Hinda Belanda.
Koleksi Pustaka & Arsip KA Depo Medarrie.

Lokomotif Diesel Madukismo, Asli Jerman Timur.

IMG_0187 copy

Lokomotif no 15 Milik PG. Madukismo

Bagi para pecinta pabrik gula maupun armadanya mungkin unit lokomotif ini terdengar asing, sebagaimana kebanyakan pabrik gula yang mengoperasikan lokomotif buatan Jerman dengan merk Diema, Schoma, atau merk-merk lokomotif pada umumnya. Alih-alih memesan lokomotif dari pabrikan pasaran, pabrik gula Madukismo yang diprakarsai oleh mendiang Sultan Hamengkubuwono ke 9 malah memesan dari pabrikan lokomotif asal Jerman Timur. Lokomotif yang dipesan dari pabrik LKM- Lokomotivbau Karl-Marx, potsdam- Bablesberg. Jerman Timur ini menyandang seri lokomotif Ns4. Untuk jenis yang dipesan oleh PG. Madukismo merupakan lokomotif dengan seri Ns4 A. Menurut alchetron.com lokomotif ini didatangkan ke Indonesia sebanyak 18 lokomotif pada tahun 1955. Pabrik Gula Trangkil di Pati Jawa Tengah juga sempat memesan 1 lokomotif ini tetapi kurang jelas tahun berapa didatangkannya.  LKM Ns4 A ini Dipesan khusus untuk ukuran rel 750mm yang dioperasikan oleh PG Madukismo dan PG Trangkil. Konfigurasi roda yang disematkan pada lokomotif ini adalah  3 as  dengan 6 roda (seri C) Untuk urusan mesin mengandalkan mesin Diesel O&K 6 Silinder konfigurasi V berpendingin udara (blower). Mesin 6 Silinder ini tergolong awet dan bisa dibilang tahan banting termasuk performanya yang kuat. Hingga saat ini masih ada beberapa lokomotif yang masih mempergunkan mesin asli bawaan lahir. Urusan transmisi lokomotif ini menggunakan sistem mekanik, ya mekanik seperti mobil atau motor dengan 3x percepatan.  Di Jerman sendiri lokomotif ini dipergunakan untuk jalur-jalur cabang dengan lebar rel 750mm dan saat ini hanya tersisa 3 unit dengan nomor seri 199 007, 199 008, 199 103. Berat total lokomotif Ns4 maupun Ns4 A sama persis yaitu 14,6 Ton dan kecepatan maksimal 24 km/Jam. Dimensi ukuran panjang-lebar-tinggi adalah, 5.340 x 2.660 x 1.720mm, diameter roda 700mm.

IMG_1094 copy.jpg

Mesin asli Ns4 A. Diesel V6 buatan O&K berpendingin udara.
Ns_4_LKM_250029-1957_199_007_Jöhstadt_02.01.09
Lokomotif 199 007 Tipe Ns 4 di Jöhstadt Jerman. 02.01.2009
Sumber : alchetron.com

Walau sudah termasuk lokomotif tua tetapi di Indonesia khususnya di PG. Madukismo lokomotif ini masih menjadi tulang punggung armada yang melangsir rangkaian dari emplasemen luar menuju kedalam emplasemen dalam.

Pada tahun 2014, 1 lokomotif mendapat jatah over haul atau penggantian mesin dengan mesin diesel generasi baru. Deutz BF 4M 1013 EC dengan kekuatan 130Hp. Berbeda dengan mesin aslinya, mesin diesel baru ini menggunakan konfugurasi 4 Silinder In-Line dengan pendingin air. Sejak tahun 1995 penggunaan mesin berpendingin udara dilarang di Uni-Eropa karena masalah emisi gas buang.

IMG_1124 copy.jpg

Lokomotif yang mendapat peningkatan mesin pada tahun 2014

Sampai hari ini lokomotif Ns4 A milik PG. Madukismo masih aktif dan selalu siap melangsir lori-lori berisikan tebu walau di negara asalnya lokomotif jenis ini sudah purna tugas dan menjadi barang koleksi museum-museum kereta api.

Lokomotif Diesel Deutz Untuk Oliefabrieken Insulinde

Lokomotif Diesel Untuk Oliefabrieken Insulinde, Bandoeng.

Deutz 3990-1921 Cepu

Lokomotif diesel mekanik 0-4-0 / Seri B. (Sumber Istimewa)

Masih banyak teka-teki soal lokomotif lokomotif diesel yang beroperasi di era kolonial, termasuk salah satu lokomotif diesel ini. Diketahahui berdasarkan data dari catatan Deutz A.G di Jerman. Lokomotif unik dengan sepasang roda penggerak ini merupakan lokomotif diesel mekanik yang didatangkan pada tahun 1921 oleh Du Croo & Brauns, Surabaya untuk memenuhi pesanan dari Oliefabrieken Insulinde, Bandoeng.

Lokomotif ini sendiri lebih dikhususkan untuk kegiatan langsiran gerbong-gerbong barang yang akan dibongkar maupun dimuat di area Pabrik Oliefabrieken Insulinde. Sebagai lokomotif kecil dengan berat yang terbatas, otomatis panjang rangkaian gerbong yang dilangsir tidak dapat banyak, perlu beberapa kali tahapan langsir dalam prosesnya. Disisi lain berat dari lokomotif ini tergolong ringan yang hanya berkisar sekitar 6 ton daya mesin sebesar 16Hp dan dengan kecepatan maksimal 12km/jam. Jelas lokomotif ini dapat melewati rel-rel dengan ukuran kecil seperti R15/R25 yang merupakan jenis rel yang banyak dipergunakan oleh industri-industri yang memiliki akses jaringan kereta api ke jalur maupun stasiun utama. Mengandalkan mesin diesel sebagai sumber tenaga utama dan batang penghubung antara kedua roda membuat tampilan lokomotif ini menjadi klasik dan berbeda dari lokomotif di jaman sekarang, Untuk masalah penerangan lokomotif ini masih mengandalkan lampu minyak / karbit seperti lokomotif-lokomotif uap pada umumnya kala itu. Tercatat berdasarkan refrensi yang penulis dapatkan lokomotif ini adalah Modell C XIV F dengan nomor pembuatan Deutz 3990.

Yang masih menjadi mesteri adalah lokomotif ini didatangkan oleh perusahaan importir alat berat dan lokomotif Du Croo & Brauns, Surabaya untuk memenuhi pesanan dari Oliefabrieken Insulinde, Bandoeng. Tetapi dalam foto lokomotif ini sedang berada di area stasiun cepu, teridentifikasi dari gerbong tangki minyak milik BPM dengan tulisan TJO (Tjepoe) dan latar belakang gerbong barang milik NIS/NISM. Masih belum diketahui kapan lokomotif ini terakhir beroperasi, dan apakah benar lokomotif ini sampai kepada pemesan yaitu Oliefabrieken Insulinde yang berada di Bandung? atau malah selamanya berada di seputaran Cepu?